Home Who We Are Ministries Community News & Articles Gallery Contact Us
Quick Links
Latest News
Our Ministries
Our Photo Gallery
Our Location
eBridge Cell Groups
You are here:   Home News & Articles Articles Tujuan Pernikahan Kristen
  TUJUAN PERNIKAHAN KRISTEN

1. Introduction:

o Bapa kita adalah Bapa yang memiliki TUJUAN

o Itu berarti segala sesuatu di bawah kolong langit memiliki TUJUAN

o Begitu juga dengan pernikahan


2. Mengapa keluarga penting di mata Allah?

o Karena keluarga adalah lembaga pertama dan tertua dalam dunia ini adalah keluarga: Lembaga ILAHI (Komunitas ILAHI)- Lihat Kej 2:18-24

o Tuhanlah yang berinisiatif dalam pembentukan keluarga yang pertama tersebut.

o Karena inisiatifnya dari Dia, maka Bapa kita disorga sangat tertarik pada keluarga yang bahagia. Kelurga menjadi penting bagiNya.


3. Bagaimana MEMILIKI dan MENJALANI kehidupan keluarga ILAHI di dunia ini? à Harus punya TUJUAN yang JELAS!


4. Tema: Tujuan Pernikahan (Kejadian 1:26-28).

Ada tiga tujuan pernikahan (relevan bagi yang akan dan sudah menikah):
 

4.1. Menjadi serupa dengan Kristus

A. Kej 1:26: "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita".

Artinya:

o Setiap orang memiliki potensi dan karakter ILAHI  (karena mencerminkan kemuliaan Allahà orang melihat Allah yang tidak kelihatan dalam diri Anda dan saya, karena kita mengenakan karakter Allah!)

o Karena potensi, maka perlu dikembangkan, dimana ada proses menuju keserupaan dengan Kristus à sampai tahap tertentu (20, 25, 30 tahun sebelum menikah. Sisanya dijalani dalam pernikahan, dimana ± ¾ hidup kita dalam pernikahan! Jangan salah pilih!)


B. Dengan menikah berarti:

o Memasuki proses yang panjang untuk menjadi seperti Yesus Kristus (> dari hidup sendiri)

o Semua orang yang masuk dalam pernikahan mengerti bahwa pembentukan karakter adalah merupakan ciri utama dari keluarga


C. Bila dua potensi Ilahi disatukan, menghasilkan:

o Potensi lebih besar

o Proses lebih cepat

o Kualitas lebih baik


4.2. Memperoleh KETURUNAN ILAHI

A. Kej 1:28: "Beranak cuculah kamu dan….. penuhilah bumi…" à lihat juga Maleakhi 2:15 ("…Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan Ilahi!...")

Artinya:

o Dengan POTENSI ILAHI, Allah melibatkan manusia dalam proses penciptaan.

o Memiliki anak adalah proses penciptaan, dimana kita dilibatkan Allah didalamnya, sehingga untuk menghasilkan KETURUNAN ILAHI kita harus siap secara jasmani, maupun rohani.

o Anak yang lahir dalam keluarga adalah titipan Tuhan dan merepresentasikan Allah (tidak hanya membawa nama keluarga).

o Bayangkan 7 turunan Anda kedepan, akan seperti apa keturunan itu ditentukan oleh ‘penciptaan’ yang Anda lakukan saat ini dan disini.

                 

B. Implikasinya:

o Pendidikan anak memegang peranan penting - berikan yang terbaik!

o Kebangunan Rohani didahului dengan pendidikan anak yang solid dalam Firman Tuhan di rumah dan diakhiri dengan pendidikan Kristen yang solid untuk MEWARNAI  dan MENGUBAH  masyarakat dimana Allah menempatkan mereka.      

 

4.3. MEMENUHI & MENAKLUKKAN BUMI

A. Kej 1:28: "…penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah…"

Artinya:

o Setiap Manusia dengan potensi Ilahi diberi MANDAT oleh Allah untuk:

o Menghasilkan KETURUNAN ILAHI

o Menjaga & Memelihara bumi

b. Implikasinya:

o Mandat itu hanya efektif di-exercise  dalam konteks komunitas/keluarga

o Disinilah sebuah keluarga terlibat dalam Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus dengan menyatakan kuasa yang besar dari Injil Kerajaan Tuhan lewat pengalaman hidup sehari-hari.

o Memultiplikasikan komunitas Ilahi dengan jalan memenangkan keluarga yang lain.



5. Dengan tiga TUJUAN PERNIKAHAN diatas, maka:

o Setiap pribadi harus mengembangkan Potensi ILAHI yang dimilikinya secara maksimal untuk  menuju keserupaan dengan Kristus;

o Proses pertumbuhan itu akan terus berlangsung dan disempurnakan dalam Komunitas Ilahi (keluarga)

o Pribadi/keluarga yang punya TUJUAN YANG JELAS, akan menjalani kehidupan yang berbeda dan dengan DAMPAK yang berbeda pula, termasuk melihat KONFLIK.



6. KONFLIK akan dilihat dari sudut pandang yang berbeda dalam Keluarga yang memiliki Tujuan yang jelas:

o Konflik bukan sesuatu yang menakutkan tapi sesuatu yang normal untuk menguji kedewasaan kita;

o Konflik adalah alat Tuhan untuk menyempurnakan kita. Tuhan Yesus belum kembali karena mempelai-Nya belum siap (dewasa). Pengantin Kristus (Anda dan saya) didewasakan melalui dan didalam kehidupan berumah tangga.

o Tanda kedewasaan rohani adalah kemampuannya menghadapi dan mengatasi konflik.


back to list of articles
Home   ::   Who We Are   ::   Ministries   ::   Community   ::   News   ::   Gallery   ::   Contact Us   ::   Site Map
Copyright © 2007-2010 CIUC. All Rights Reserved.
Developed & Designed By Jobun.