|
|
You are here: Home News & Articles Articles Menangani Konflik
|
|
| |
MENANGANI KONFLIK
PERSPEKTIF YANG BENAR
· Konflik bukan sesuatu yang menakutkan tapi sesuatu yang normal. · Konflik adalah alat Tuhan untuk menyempurnakan kita. · Tanda kedewasaan adalah kemampuan menghadapi dan mengatasi konflik. · Pengantin Kristus didewasakan melalui kehidupan berumah tangga.
The right perspectives
· Conflict is normal in marriage nothing to be afraid of .
· Conflict is the instrument that God uses to perfect us in Him
· The sign of maturity is the ability to face and overcome conflict.
· The Bride of Christ is matured through marriage life.
PENYEBAB KONFLIK
* PERBEDAAN.
Perbedaan adalah hal yang paling mudah menimbulkan konflik.
* PENGHARAPAN.
Kekecawaan timbul karena pengharapan-pengharapan yang tidak menjadi kenyataan.
* KASIH YANG BERSYARAT.
Kasih yang kalkulatif dapat menyebabkan konflik
The cause of Conflict
* Differences. Because we are different conflict comes naturally.
* Wrong Expectation. Unfulfilled expectation can create conflict.
* Conditional Love
How to handle conflict
There are to ways to handle conflict:
* Represive & Preventive
Cara represive: Adalah PRINSIP yang kita gunakan untuk berhadapan dengan konflik yang telah dan sedang berlangsung
* Repressive way : Taking the principles of the Bible to be applied in the situation where we are in the middle of a conflict. * Cara Prefentif: Adalah menerapkan prinsip-prinsip Alkitabiah untuk mencegah terjadinya konflik ataupun meminimalisasikan konflik sebelum konflik itu muncul.
Preventive ways: * To apply the principles of the Bible to prevent conflict to occur or to minimalize conflict before it happens.
Preventive way
MENYADARI BAHWA HUBUNGAN ADALAH HAL YANG PALING PENTING DALAM SEMESTA INI
Realization that Relationship is the most important thing in this universe.
HUBUNGAN VS EGO
MUSUH MEMBANGUN HUBUNGAN ADALAH MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI
Relationship Vs Ego
The greatest enemy of building relationship is our EGO
BAGAIMANA MENGALAHKAN EGO? (How to over come EGO?)
* Jangan menuntut orang lain berubah (stop demanding other people to change).
Orang yang mampu bangun hubungan adalah orang yang aman. Rasa aman kita ada dalam hubungan kita dengan Bapa di sorga.
Saling menjawab kebutuhan pasangan kita.
We need to fulfill the need of our spouse
Wanita butuh kesan & perhatian, pria butuh teman yang penuh pengertian.
Women need impression and care, Men need friend who understand
Wanita butuh keterbukaan, pria butuh rasa hormat.
Women need openness, Men need respect etc.
Bangunlah hubungan untuk Tuhan.
Build relationship for God sake
Apapun yang dilakukan lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
In whatever that we do, do it wholeheartedly as you do it for God and not for men.
Membangun komunikasi yang sehat.
Built healthy communication.
Jika anda tidak berkomunikasi, anda tidak bisa memiliki hubungan. No communication – No Relationship.
Komunikasi tidak berdasarkan pada apa yang anda katakan, tetapi berdasarkan pada apa yang anda dengar.
Good communication is not based on what you say but on what you hear.
Colossian 3:14
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Above all things put on love which binds all things together in perfect unity.
CARA REPRESIF Repressive Way
Commitment
Kita perlu mengerti dalam menghadapi konflik bahwa Commitment kita pada pasangan kita adalah dasar yang mempertahankan hubungan kita, bukan lagi perasaan senang atau ketertarikan.
Commitment is the foundation to keep the relationship going. Not like or dislike or physical attraction.
Ungkapkan perasaan kita (express your feelings).
Ada perbedaan antara mengungkapkan perasaan dan menyerang pasangan kita. Bagaimana mengungkapkan perasaan: Kalau tidak bisa dengan lisan ungkapkan dengan tulisan.
There are big differences between expressing your feeling and to attack your spouse.
* Take a break
Kalau keadaan semakin tidak terkendali apa yang harus dikerjakan? Pause, genjatan senjata. Tapi jangan memutuskan untuk diam.
* Supaya bisa tenang dan berpikir jernih * Jangan serang pasangan tapi serang masalah.
If the situation could not be controlled then take a break. So you can be calmed and think clear. But do not pull back in silence.
* Attack the problem and not your spouse.
* Doa bersama
* Pray together.
Kita harus mengingat bahwa kita tidak bisa membangun rumah kita sendiri. (Maz 127)
Kita perlu kasih karunia Tuhan.
We need to remember that we are not able to build our own house. (Psalm 127)
We need the Grace of God.
Pemberesan hati nurani.
Clear you conscience.
Mengungkapkan apa adanya.
Tell it like it is.
Saling mengampuni, mengasihi, menerima. Jangan anggap remeh hal-hal kecil.
Forgive each other. Do not despise small things.
Sesuatu kesalahan yang kita sembunyikan akan merupakan tempat iblis menganiaya kita.
A hidden sin can be a spot that the devil will torment us.
back to list of articles
|
|
|